Subscribe

RSS Feed (xml)

Powered By

Blog Design :
Silahkan Download

Powered by Blogger

BISNIS PULSA dengan banyak keuntungan. 100% Dijamin UNTUNG. klik DISINI" ...!!
Tampilkan postingan dengan label Merapi Volcano. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Merapi Volcano. Tampilkan semua postingan
GUNUNG MERAPI
Jumat, 3 Desember 2010 | 10:54 WIB
AFP
ilustrasi

YOGYAKARTA, KOMPAS.com — Status Awas Gunung Merapi secara resmi diturunkan menjadi Siaga, demikian disampaikan Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Surono.

"Hari ini, Jumat, pukul 09.00 WIB, status Gunung Merapi diturunkan dari Awas menjadi Siaga," kata Surono, Jumat (3/12/2010), dalam jumpa pers di Media Center Tanggap Darurat Bencana Merapi, Jalan Kenarti, Yogyakarta.

Penurunan status tersebut berdasarkan pemantauan yang dilakukan terus-menerus terhadap instrumental, seperti menurunnya jumlah energi gempa vulkanik; gempa fasa menandakan penurunan fluida; penurunan jumlah guguran menuju kestabilan; penurunan amplitudo dan kejadian yang semula terus-menerus, saat ini tidak lagi menerus; terjadi penurunan kejadian awan panas; energi getaran vulkanik menurun secara tajam; spectrum tremor menunjukkan kestabilan dinamika fluida.

"Secara visual gunung masih tertutup kabut. Kalau cerah, masih ada asap dengan ketinggian 500 meter. Tadi pagi 700 meter. Belerang menurun, emisi gas SO2 200 kiloton sampai 300 kiloton. Sangat kecil," jelasnya.

Kendati telah diturunkan dari status Awas menjadi Siaga, Gunung Merapi masih berpotensi memuntahkan lahar pijar berupa erupsi awan panas mengarah ke selatan. Untuk itu, disarankan kepada masyarakat tidak melakukan aktivitas dalam radius 2,5 kilometer dari puncak Merapi.

"Diperkirakan, jika terjadi aliran awan panas, akan mengarah ke Kali Gendol, Kali Kuning, dan Kali Boyong. Potensi bahaya sekunder berupa lahar hujan dapat terjadi di semua alur yang berhulu di Gunung Merapi," jelasnya.(Willem Jonat)

tribunnews.com
Sumber :
Editor: Erlangga Djumena
Laporan wartawan KOMPAS.com Sandro Gatra
Selasa, 2 November 2010 | 06:40 WIB
SANDRO GATRA
Merapi menyemburkan awan panas Selasa (2/11/2010) pagi.

KLATEN, KOMPAS.com - Gunung Merapi kembali mengeluarkan awan panas atauwedhus gembel pada Selasa ( 2/11/2010 ) sekitar pukul 5.25. Sekitar dua jam sebelumnya, dari puncak gunung menyemburkan lava panas sekitar 30 menit.

Pantauan KOMPAS.com dari pos pengamatan Bale Rante, Dusun Gondang, Kecamatan Kemalang, Kabupaten Klaten, semburan besar keluar sebanyak dua kali. Berdasarkan laporan, awan panas berjalan ke arah timur.

"Rekan-rekan di sisi timur di Desa Deles, Tegal mulyo, Sidorejo harap waspada," ucap salah satu petugas pemantau melalui radio.

Antara awan panas pertama dengan kedua hanya berselang sekitar dua menit. Awan berwarna hitam pekan dan kekuning-kuningan mengepul lalu memudar tertiup angin ke arah timur.

Semburan awan panas itu sempat membuat panik warga di Desa Balerante. Warga berhamburan keluar rumah. Setelah tahu awan bertiup ke arah timur, warga kembali tenang.

Editor: yuli
AWAS PANAS MERAPI BERGULUNG-GULUNG
Senin, 1 November 2010 | 10:52 WIB
KOMPAS IMAGES/KRISTIANTO PURNOMO
Gunung Merapi mengeluarkan awan panas atau wedhus gembel terlihat dari Srunen, Glagaharjo, Cangkringan, Sleman, DI Yogyakarta, Minggu (31/10/2010). Saat keluar mulut gunung suhu awan panas bisa mencapai sekitar 300 - 1.100 derajat Celcius dan memiliki kecepatan luncur hingga 300 kilometer per jam.

YOGYAKARTA, KOMPAS.com — Gunung Merapi di perbatasan wilayah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah kembali meletus sekitar pukul 10.00 WIB, Senin (1/11/2010). Awan panas menyembur vertikal ke atas, sesaat kemudian bergulung-gulung turun ke arah lereng. Cuaca di puncak Merapi cerah sehingga letusan pagi ini terlihat jelas dari Kota Yogyakarta.

Hingga berita ini diturunkan, kepulan asap masih membubung tinggi dan terlihat menyebar ke arah timur dan selatan. Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, daerah Kepuharjo dinyatakan rawan dan petugas yang berjaga di kawasan Kepuharjo dan Umbulharjo diminta turun.

Belum diketahui pasti semburan asap itu apakah mengandung material vulkanik atau hanya asap gas. Jika mengandung debu vulkanik maka wilayah yang rawan hujan abu berada di Kabupaten Boyolali dan sekitarnya.

Semburan kali ini tidak disertai dengan dentuman keras seperti yang terjadi pada 30 Oktober lalu, tetapi durasinya cukup panjang.

Tribunnews
Sumber :
Editor: Heru Margianto
LETUSAN MERAPI
Laporan wartawan KOMPAS.com Kristianto Purnomo
Jumat, 29 Oktober 2010 | 09:08 WIB
KOMPAS IMAGES/KRISTIANTO PURNOMO
Puncak Gunung Merapi mengeluarkan awan panas atau wedhus gembel terlihat dari Dusun Gondang, Desa Balerante, Kecamatan Kemalang, Klaten, Jawa Tengah, Jumat (29/10/2010). Merapi mengeluarkan awan panas pada pukul 06.14 WIB yang diperkirakan mencapai 1,5 kilometer kearah barat. Saat keluar mulut gunung suhu awan panas bisa mencapai sekitar 1.000 - 1.100 derajat Celcius dan memiliki kecepatan luncur hingga 300 kilometer per jam.

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Gunung Merapi kembali mengeluarkan awan panas atau wedhus gembel, Jumat (29/10/2010) pagi sekitar pukul 06.14 WIB. Luncuran awan panas kali ini diperkirakan mencapai 1,5 kilometer ke arah barat.

Awan panas yang menggumpal terlihat dari Dusun Gondang, Desa Balerante, Kecamatan Kemalang, Klaten, Jawa Tengah. Saat keluar mulut gunung suhu awan panas bisa mencapai sekitar 600 hingga 1.100 derajat Celcius dan memiliki kecepatan luncur hingga 300 kilometer per jam.

Ini merupakan letusan ketiga sejak Selasa (26/10/2010). Aktivitas Gunung Merapi kembali memperlihatkan peningkatan sejak Kamis sore. Bahkan pada malam harinya juga sempat terlihat.

Tak hanya awan panas, sejak dini hari puncak Gunung Merapi juga terlihat meradang mengeluarkan lava pijar. Tim SAR dengan bantuan alat komunikasi dan pengeras suara tak henti-hentinya memberikan peringatan saat Merapi menyemburkan awan panas.

Foto lengkap di: KOMPAS IMAGES