Subscribe

RSS Feed (xml)

Powered By

Blog Design :
Silahkan Download

Powered by Blogger

BISNIS PULSA dengan banyak keuntungan. 100% Dijamin UNTUNG. klik DISINI" ...!!
Tampilkan postingan dengan label Sepakbola. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sepakbola. Tampilkan semua postingan
Senin, 03 Januari 2011 | 07:01 WIB

MANCHESTER,KOMPAS.com Manajer Manchester United Sir Alex Ferguson diberitakanDaily Star tertarik meminjam gelandang Real Madrid, Ricardo Kaka, pada Januari sampai akhir musim dengan opsi pembelian permanen pada akhir masa pinjam.

Dikatakan, MU siap menebus harga Kaka sebesar 55 juta euro (sekitar Rp 660 miliar) pada akhir musim nanti. Namun, hingga saat ini belum Madrid konsisten menyatakan akan mempertahankan Kaka.

Sebelumnya, Kaka sempat disebut media-media Spanyol dan Italia akan dilamar oleh Inter Milan. Namun, Daily Star percaya, MU siap berkompetisi untuk mendapatkan servis Kaka. (DS)


Daniel tak pernah menginginkan pemainnya banyak melakukan blunder ketika bermain.
SENIN, 3 JANUARI 2011, 07:21 WIB
Amril Amarullah

VIVAnews - Berbeda dengan penampilan Cristian Gonzales yang cukup baik selama memperkuat timnas Indonesia di Piala AFF, performa kiper Markus Haris Maulana (Markus Horison) dan bek Maman Abdurachman justru mendapat kritik dari sang pelatih Persib Bandung Daniel Roekito.

Daniel Roekito menilai, penampilan Markus maupun Maman sepanjang penyelenggaraan Piala AFF 2010, keduanya bermain labil dan banyak blunder.

"Seorang kiper itu, harus menjalankan fungsi sebagai pertahanan terakhir. Jika dalam sebuah momen sekali saja melakukan kesalahan, maka itu akan sangat fatal bagi tim," terang Daniel ditemui VIVAnews.com, kemarin malam.

Daniel menyatakan, ia tak pernah menginginkan kedua pemainnya, banyak melakukan blunder ketika membela Maung Bandung nantinya.

Sama halnya dengan Gonzalez dan Eka, kiprah Markus dan Maman selama memperkuat timnas jadi bagian dari evaluasi yang dilakukan Daniel sebelum menentukan starting eleven ketika Persib menghadapi Sriwijaya FC di Stadion Jakabaring, Palembang, Rabu, 12 Januari nanti pada lanjutan Indonesia Super League (ISL) musim dua.

"Terlepas dari penampilan mereka baik ataupun buruk selama membela timnas, ini jadi bahan evaluasi untuk memperbaiki permainan tim. Jangan sampai kekurangan itu berulang di Persib," tandas Daniel.

Menghadapi Laskar Wong Kito, Daniel sendiri berujar Persib cukup siap membawa pulang minimal satu poin meski harus tampil tanpa Maman yang terkena skorsing akumulasi kartu kuning.

Laporan: Yadi | Bandung

• VIVAnews
Sebuah spanduk dipasang di salah satu pagar Stadion Soccer City, Johannesburg, pada final Piala Dunia 2010, 11 Juli. Spanduk itu bertuliskan sindiran kepada Wayne Rooney yang penampilannya tak terlihat selama turnamen.
SENIN, 19/7/2010 | 03:42 WIB

PARIS, KOMPAS.com - Mantan arsitek Liverpool, Gerard Houllier, menyalahkan striker Wayne Rooney sebagai biang kegagalan Inggris di Piala Dunia 2010. Menurutnya, jika saja Rooney lebih tajam, mungkin nasib Inggris akan berbeda.

Rooney bermain buruk di Afrika Selatan. Ia selalu tampil sebagai starter, tapi tak mampu mencetak satu gol pun. Pada akhirnya, Inggris tak bermain tajam dan mereka tersingkir di babak perdelapan final oleh Jerman.

"Mungkin kunci untuk mengerti kegagalan Inggris di Piala Dunia adalah para pemain mereka tak bermain seperti yang diharapkan. Saya berpikiran mengenai Wayne Rooney. Dia adalah pemain yang hebat, tapi saya tak tahu apakah dia lelah atau tak fit di Piala Dunia. Jika Rooney yang bagi saya merupakan striker hebat mampu mencetak gol, mungkin ceritanya akan berbeda," kata Houllier.

"Jika Anda melihat tim dengan satu atau dua finisher hebat, seperti Jerman, Belanda dan Spanyol, mereka mampu melangkah jauh. Uruguay juga bisa melangkah jauh karena mereka punya Diego Forlan," lanjut Houllier.

Ini adalah Piala Dunia kedua Rooney. Empat tahun lalu, ia juga gagal total di Jerman. Dari lima pertandingan, tak sekali pun striker Manchetser United itu mampu membobol gawang lawan. Total, Rooney telah membela "The Three Lions" dalam 64 pertandingan dengan torehan 25 gol.


Wasit Enggan Minta Maaf Soal Lampard

Font size: Decrease font Enlarge font
image
Gol Frank Lampard yang tidak disahkan. (Getty Images)

Hakim garis yang bertugas mengawasi pertandingan antara Inggris melawan Jerman, Mauricio Espinosa, menolak untuk berkomentar apalagi meminta maaf atas kesalahannya yang tidak mengesahkan gol Frank Lampard.

Keengganan ini diutarakan langsung oleh Espinosa saat wartawan dari London Evening Standard mewawancarainya seusai pertandingan. Kengganan ini dipicu oleh larangan dari FIFA kepada wasit yang bertugas saat itu untuk membicarakan insiden yang dianggap merugikan Inggris itu.

"Baik, tapi saya tidak bisa membicarakan mengenai pertandingan (Jerman melawan Inggris). FIFA tidak memperbolehkan saya untuk membicarakan mengenai pertandingan. Itu adalah aturannya," ujar Espinosa ketika dimintai tanggapan mengenai insiden pada pertandingan itu.

Walau demikian, wasit asal Uruguay itu tampak menyesal dengan keputusannya. Buktinya, saat dia didekati David Beckham untuk menjelaskan keputusannya dan bersama-sama melihat tayangan ulang sepakan Lampard itu, Espinosa mengucapkan "Ya Tuhan."

Bielsa: Brasil Terlalu Tangguh

Font size: Decrease font Enlarge font
image
Marcelo Bielsa. (Getty Images)

Brasil sukses menekuk Cili dengan skor 3-0 pada laga perdelapan final, Selasa (29/6) dinihari WIB. Pelatih Cili, Marcelo Bielsa, pun mengakui bahwa Brasil memang terlalu tangguh bagi timnya.

"Kami berhasil menembus hingga ke babak 16 besar. Namun, saya rasa kami pantas tersingkir. Mungkin kami bisa kalah dengan skor yang lebih kecil dari 0-3. Memang, Brasil terlalu tangguh. Kami tidak mampu menyamai permainan mereka," ungkap Bielsa selepas pertandingan tersebut seperti dikutip SkySport.

Cili melaju ke babak perdelapan final setelah keluar sebagai runner up di klasemen akhir grup H. La Roja mampu mengemas enam poin dari tiga laga penyisihan grup H. Pada laga pertama, Cili menang atas Honduras dengan skor 1-0. Setelah itu, Matias Fernandes cs. membenamkan Swiss dengan skor 1-0. Namun, pada laga terakhir. Cili harus mengakui keunggulan Spanyol dengan skor 1-2.

Pada babak 16 besar, tim besutan Marcelo Bielsa tersebut menyerah di tangan Brasil dengan hasil akhir 0-3. Gol Brasil di cetak oleh Juan (35'), Luis Fabiano (38'), dan Robinho (59'). Alhasil, Matias Fernandes cs. pun mesti rela tersingkir dari Piala Dunia 2010.

Ketika ditanya soal masa depannya di tim nasional Cili, Bielsa menolak membicarakan hal tersebut. "Berkenaan dengan kelanjutan saya sebagai pelatih tim nasional Cili. Saya rasa bukan saat yang tepat membicarakan hal tersebut sekarang," ujar pelatih asal Argentina tersebut.

Hingga saat ini, La Roja telah berpartisipasi di delapan gelaran Piala Dunia. Prestasi tertingggi La Roja adalah saat menempati posisi ketujuh di akhir turnamen pada Piala Dunia 1930.

RABU, 7/4/2010 | 03:35 WIB
Striker Barcelona, Lionel Messi, merayakan gol ketiganya ke gawang Arsenal pada duel kedua perempat final Liga Champions di Camp Nou, Barcelona, Selasa (6/4/2010).

BARCELONA, KOMPAS.com — Empat gol Lionel Messi memenangkan Barcelona atas Arsenal dengan skor 4-1 padaleg kedua perempat final Liga Champions di Camp Nou, Selasa (6/4/2010). Barcelona menang dengan agregat 6-3 dan lolos ke semifinal.

Di babak empat besar, Barcelona akan bertemu Inter Milan, yang lolos lebih dahulu setelah mengalahkan CSKA Moskwa dengan agregat 2-0. Barca dan Inter sebelumnya pernah bertemu di penyisihan grup musim ini. Kedua tim bermain seri tanpa gol di San Siro, lalu Barca menang 2-0 di Camp Nou.

Tak seperti pada laga pertama di Emirates, pada laga semalam, "Blaugrana" bermain lebih hati-hati, tetapi tetap menguasai permainan. Sebaliknya, selama 15 menit pertama, Arsenal lebih banyak menunggu Barca kehilangan bola.

Taktik Arsenal itu berhasil. Abou Diaby mencuri bola dari Gabriel Milito. Bola lalu bergulir ke arah Theo Walcott di kanan. Nicklas Bendtner yang menerima umpan Walcott dapat mengegolkannya pada tendangan kedua.

Gol itu justru membuat Messi semakin panas. Menyambut bola liar dari Mikael Silvestre, pemain Argentina itu melepas tendangan keras ke gawang Manuel Almunia.

Aksi Messi pada menit-menit selanjutnya benar-benar mengancam pertahanan "The Gunners". Puncaknya terjadi pada menit ke-36. Berawal dari umpan Eric Abidal di sayap kiri, Pedro Rodriguez menyodorkan bola kepada Messi. Tak terkawal, Messi kembali menggoyang sarang Almunia.

Tiga menit kemudian, Messi menuntaskan aksi solonya untuk menciptakan gol ketiga. Sundulan Abidal dibawanya ke kotak penalti, lalu dilambungkan melewati kepala Almunia. Skor 3-1 bertahan hingga jeda.

Di paruh kedua, Barcelona bermain lebih tenang meski tetap mendominasi penguasaan bola. Kali ini serangan lebih difokuskan lewat akselerasi Dani Alves di sayap kanan. Namun, setelah 10 menit tanpa perubahan, Barca memilih bertahan dengan menarik Bojan Krkic dan memasukkan Yaya Toure.

Arsenal perlahan-lahan mulai bangkit. Serangan yang dibangun Samir Nasri dan Walcott beberapa kali merepotkan kuartet pertahanan tuan rumah. Satu kesempatan diperoleh Tomas Rosicky pada menit ke-67, tetapi sepakannya melenceng jauh.

Pedro juga gagal membuat gol pada menit ke-72. Kakinya mencongkel bola, tetapi si kulit bulat melebar ke kanan gawang. Messi juga kehilangan kesempatan saat bolanya dicuri di depan gawang Almunia pada menit ke-81. Tendangan jarak dekatnya pada menit ke-86 juga tertahan oleh Almunia.

Dua menit menjelang bubar, Messi menunjukkan kelasnya sebagai striker licin. Seusai melewati Emmanuel Eboue, pemain 22 tahun itu menaklukkan Gael Clichy dan Thomas Vermaelen, lalu mengirim bola ke gawang melewati celah kaki Almunia. Gol, 4-1 untuk Barca.

Susunan pemain:
Barcelona:
Valdes; Alvez, Milito, Marquez, Abidal (Maxwell 53); Xavi, Busquets, Keita; Pedro (Iniesta 86), Bojan (Toure 56), Messi.

Arsenal: Almunia; Sagna, Vermaelen, Silvestre (Eboue 63), Clichy; Denilson, Diaby; Walcott, Nasri, Rosicky (Eduardo 73); Bendtner.

LHW

Editor: lhw
SELASA, 15/12/2009 | 10:34 WIB

LIVERPOOL, KOMPAS.com — Bek tengah Liverpool, Jamie Carragher, masih merasa kecewa terhadap kekalahan timnya dari Arsenal, Minggu (13/12/2009). Wakil kapten tim itu merasa "The Gunners" telah menghancurkan tim terbaik "The Reds" musim ini.

Pada laga di Anfield, Liverpool sebagai tuan rumah kembali diperkuat striker Fernando Torres Reina. Di belakang Torres, Pelatih Rafael Benitez memasang Dirk Kuyt, kapten Steven Gerrard, serta gelandang Lucas Leiva, Yossi Benayoun, dan Javier Mascherano. Di lini belakang, bek tengah Daniel Agger kembali berpasangan dengan Carragher dan diapit oleh Glen Johnson serta Fabio Aurelio. 

Itulah tim terbaik "The Kop" sejak tim tersebut dilanda cedera silih berganti dari para pemainnya, apalagi Alberto Aquilani juga sempat merumput sejak menit ke-65. Namun, keberuntungan tidak memihak di pihak tuan rumah. Sejak gol bunuh diri Johnson, "The Anfield Gank" justru kehilangan semangat dan akhirnya kalah 1-2 akibat gol Andrey Arshavin. 

"Itu bukan masalah kualitas. Itu soal rasa percaya diri," kata Carragher kepada The Times. "Kami hanyalah manusia dan ketika sesuatu berjalan tidak baik, kepercayaan diri akan hilang."

Carragher menggambarkan, betapa tim yang diperkuat Gerrard, Jose Reina, Mascherano, dan Torres bisa kehilangan keyakinan dalam sekejap. Meski sudah mencetak gol lebih dulu, Liverpool tak dapat mempertahankan keyakinan itu hingga 90 menit permainan.

"Itu mungkin tim terbaik yang kami punya. Masih ada beberapa pemain dalam tim yang tidak fit 100 persen, tapi kami perlu tim yang bermain reguler dan jika kami membuat penampilan baik seperti babak pertama dan sejumlah pemain dalam kondisi bugar, aku yakin kami akan memenangi sejumlah laga antara kini dan akhir musim," tambah Carragher.

Apa mau dikata, kini jalan Liverpool menuju kursi juara Liga Inggris semakin sulit. Pelatih Rafael Benitez bahkan hanya berharap dapat menyelesaikan musim ini di posisi empat besar.

JUMAT, 9/10/2009 | 03:44 WIB

LONDON, KOMPAS.com - Penyerang Manchester United (MU), Michael Owen menyebut Liverpool sebagai salah satu tim terbaik dunia. Namun, untuk urusan stadion, pendapatan, dan dukungan, menurutnya, Manchester United-lah yang terbaik.

Pernyataan itu disampaikan Owen berkaitan dengan duel Liverpool versus Manchester United dalam lanjutan Premier League, di Anfield, Minggu (25/10). Sebagai pemain yang pernah menghabiskan delapan musim di Anfield, Owen mencoba membandingkan kondisi kedua tim itu.

"Aku tidak ingin menyerang siapa pun. Apa yang kukatakan adalah, dalam hal dukungan, pendapatan, dan stadion, Manchester United mungkin adalah yang terbesar di dunia. Namun, Real Madrid, Barcelona, dan Liverpool, juga berada di level (terbaik), dalam hal yang lain," ungkapnya.

Selain itu, mengenai duel 25 Oktober mendatang, Owen mengaku tidak punya perasaan berbeda. Pasalnya, bukan kali ini saja ia bertemu Liverpool sebagai lawan. Ketika membela Newcastle United, ia beberapa kali juga pernah menghadapi "Si Merah".

Meski begitu, Owen yakin, akan ada perbedaan sambutan ketika ia datang ke Anfield sebagai pemain Newcastle dan sebagai pemain MU. Menurutnya, hal ini wajar mengingat rivalitas Liverpool dan MU yang sudah berlangsung lebih dari 20 tahun. Ia mengaku antusias menyambut duel itu.

"Aku pernah kembali (ke Anfield) sebelum ini bersama Newcastle beberapa kali. Jadi, aku telah bermain di sana untuk tim lawan. Namun, aku menantikan duel ini. Ini akan berbeda dan akan sedikit lebih ramai," ujarnya.

"Seperti biasa, antara United dan Liverpool, ini akan menjadi pertandingan yang kompetitif antara dua dari tim terbaik dunia. Kedua tim ini akan berduel lebih seimbang ketimbang ketika aku kembali (ke Anfield) bersama Newcastle. Jadi, ini seharusnya menjadi pertandingan yang bagus dan hari yang menarik," tambahnya. (SKY

ELASA, 18/8/2009 | 16:07 WIB

LONDON, KOMPAS.com — Bukan hanya Sir Alex Ferguson yang memprediksi Manchester United dan Chelsea sebagai calon kuat juara Liga Inggris musim ini. Pelatih Sunderland Steve Bruce pun menegaskan hal yang sama.

"Bagi saya, mereka atau Man United yang akan juara," kata Bruce ketika ditanya The Telegraph soal peluang Chelsea meraih gelar. "Jika ada tim lain finis di atas Chelsea, mereka juga akan memenangi liga." 

Selain kedua tim itu, Bruce juga melihat Liverpool dan Manchester City sebagai pesaing berat papan atas Premier League. Meski demikian, kendali juara tetap diperankan oleh "The Blues" atau "The Red Devils". 

"Chelsea punya pemain berkualitas seperti Drogba, Anelka, dan Lampard. Mereka semua dapat memenangi sebuah laga dan itu sebabnya mereka menjadi pemain top dan bermain di Chelsea. Itu sudah mendarah daging dalam diri mereka," lanjut pelatih yang pernah menjuarai Liga Inggris saat masih bermain di MU itu. 

Meski Chelsea bertabur pemain bintang, Bruce tetap yakin timnya dapat mempersulit mereka pada laga kedua Liga Inggris, Rabu (19/8). Pada laga pertama akhir pekan lalu, "The Black Cats" harus mengakui kemenangan Bolton Wanderers dengan skor 1-0.

RABU, 24/6/2009 | 08:13 WIB

BERLIN, KOMPAS.com - Media Jerman, Bild Zeitung mengklaim bahwa Bayern Muenchen siap menjual penyerang Luca Toni. Itu dilakukan untuk mendapat suntikan dana membeli Mario Gomez dan Miroslav Klose.

Keputusan menjual Toni diambil setelah ia tidak menunjukkan performa memuaskan. Pada musim 2008-2009, ia hanya mencetak 14 gol dari 25 penampilannya di Bundesliga. 

Selain itu, menurut Bild Zeitung, Bayern menjual Toni untuk mendapat dana segar setelah membeli sejumlah pemain.

"Para direktur Bayern siap menjual Toni, meski kenyataannya kontraknya habis pada 2011," tulis Bild Zeitung.

"Setelah menghabiskan 43 juta poundsterling (sekitar 735 miliar) untuk membeli pemain, penjualan akan mendatangkan sedikit uang kembali ke kas," lanjut tulisan itu.

Toni sudah disebut bakal pindah ke Barcelona. Di sana ada mantan rekan setimnya ketika masih membela Brescia, Pep Guardiola.

Namun, kemungkinan besar ia akan kembali ke Italia. Sejumlah klub dikabarkan siap menampungnya, terutama AC Milan. (CH4)

SENIN, 8/6/2009 | 05:31 WIB

MANCHESTER, KOMPAS.com — Manchester United (MU) dan Real Madrid akan terlibat pertarungan sengit. Bukan di lapangan, tetapi di bursa transfer. Kedua klub tersebut dikabarkan sedang berebut mendapatkan gelandang Wigan Athletic, Luis Antonio Valencia.

Pemain asal Ekuador itu diperkirakan hanya akan dijual dengan harga 16 juta pounds (sekitar Rp 255,1 miliar). Menurut Sky Sports, Valencia sudah diincar Madrid sejak klub itu dilatih Juande Ramos. Namun, belakangan MU juga terarik dan sedang melakukan gerilya untuk mendapatkannya.

Valencia sebenarnya sudah lama nyaris meninggalkan Stadion JJB. Namun, Wigan mempertahankannya. Karena diminati dua klub besar, Wigan kemungkinan akan melepaskannya dengan harga tinggi.

Permainannya musim lalu memang menawan, hingga dia dicintai pendukung Wigan. Pemain berumur 23 tahun itu pernah tampil di Liga Champions saat membela Villarreal. Dia pindah ke Wigan karena ingin berkembang dan rasanya dia akan segera meninggalkan klubnya itu.

Valencia bermain di Wigan sudah tiga tahun. Awalnya dia sebagai pemain pinjaman selama dua tahun. Baru tahun lalu, dia menjadi pemain Wigan secara permanen. Memperkuat Wigan 46 kali di Premier League, dia mencetak 6 gol. (SS)

RABU, 3/6/2009 | 03:09 WIB

LONDON, KOMPAS.com — Pelatih Chelsea Carlo Ancelotti menginginkan penyerang AC Milan asal Brasil, Alexandre Pato. Menurut The Sun, Ancelotti siap membayar 30 juta poundsterling atau sekitar Rp 507 miliar. 

Ancelotti ditunjuk sebagai pelatih Chelsea dengan tugas utama menjuarai Liga Champions. Menurutnya, skuat saat ini masih sanggup mencapai target itu. Namun, mengingat banyak pemain sudah berusia 30 tahun ke atas, regenerasi harus mulai dilakukan.

Sebab itu, Pato menjadi unsur penting renovasi "The Blues". Dengan usia 19 tahun, Pato memiliki talenta di atas rata-rata. Ini akan menguntungkan Chelsea di masa depan.

"Ia memiliki tembakan yang luar biasa dan kecepatan yang hebat. Ia dua kali lebih cepat dari atlet normal," ungkap Ancelotti.

Selain Pato, Ancelotti juga membidik bek Portsmouth, Glen Johnson. Ancelotti bersedia membayar 12 juta poundsterling atau sekitar Rp 203 miliar untuk mendapatkan jasa Johnson.

Johnson juga masuk bagian rencana jangka panjang pengembangan Chelsea. Meski berusia 24 tahun, Johnson punya kemampuan bagus sebagai bek kanan. Karenanya, ia juga diminati juga oleh Manchester City dan Liverpool. (SUN)

RABU, 3/6/2009 | 12:46 WIB

MANCHESTER, KOMPAS.com - Manchester United (MU) siap membeli Carlos Tevez dari Kia Joorabchian senilai 20 juta poundsterling atau sekitar Rp 337 miliar. Namun, menurutDaily Mirror, MU  akan membiarkan Tevez pergi bila penawaran itu ditolak.

Dua musim lalu, MU meminjam Tevez dari Kia Joorabchian. Dalam kontrak, ada opsi MU bisa memiliki Tevez dengan membayar 25 juta poundsterling atau sekitar 420 miliar di akhir masa pinjam, yang jatuh 30 Juni mendatang.

MU memang tertarik mempermanenkan status kepemilikan Tevez. Namun, mereka juga enggan memenuhi permintaan Joorabchian. Apalagi mereka sudah memiliki Dimitar Berbatov.

Karena tak kunjung mendapat kepastian, Joorabchian dan Tevez membuka penawaran kepada klub lain. Ternyata, banyak klub berminat kepadanya. 

Melihat itu, sikap MU melunak. Mereka bersedia membeli Tevez, namun tidak lebih dari 20 juta poundsterling. 

Direktur Eksekutif MU, David Gill akan bertemu Joorabchian, Rabu (3/6) waktu setempat untuk mendiskusikan hal tersebut. Namun, MU tidak akan memberi penawaran lebih dari 20 juta poundsterling.

Kemungkinan penawaran itu ditolak cukup besar. Setidaknya, Joorabchian dan Tevez akan mendengarkan penawaran klub lain.

Manchester City siap membayar senilai 32 juta poundsterling atau sekitar Rp 539 miliar. City juga dikabarkan siap memberikan gaji besar kepada Tevez. 

Selain City, Tottenham Hotspur, Liverpool juga berminat kepada Tevez. Namun, bila uang menjadi acuan utama Joorabchian dan Tevez, agak sulit bagi tim lain menyaingi tawaran City. Pasalnya, mereka memiliki kekuatan finansial besar dan tidak segan menghamburkannya untuk mendapatkan pemain top.

City sendiri baru mendapatkan gelandang Gareth Barry dari Aston Villa. Barry dibeli dengan harga 12 juta poundsterling atau sekitar Rp 200 miliar. Ia digaji sebesar Rp 2,1 miliar per pekan. (MIR)

KAMIS, 28/5/2009 | 06:46 WIB

ROMA, KOMPAS.com - Gelandang Manchester United (MU), Cristiano Ronaldo menyebut taktik sebagai biang kekalahan 0-2 dari Barcelona pada final Liga Champions, Rabu atau Kamis (28/5) dini hari WIB. Menurutnya, taktik itu hanya efektif pada sepuluh menit pertama.

MU turun menghadapi Barcelona dengan formasi 4-4-2, menempatkan Ronaldo di depan bersama dengan Wayne Rooney. Pada sepuluh menit pertama, Ronaldo berhasil tiga kali mengancam gawang Victor Valdes. Namun, ketika Barcelona berhasil mendapat kesempatan menguasai bola pada menit kesepuluh, formasi MU kocar-kacir.

Dengan leluasa, Andres Iniesta melepas umpan kepada Samuel Eto'o di dalam kotak penalti. Tanpa kesulitan, Eto'o menggocek bola melewati adangan Nemanja Vidic, dan mengempaskan bola ke sudut kiri bawah gawang Edwin van der Sar.

Gol itu menjadi titik awal kebangkitan Barcelona, sekaligus keterpurukan MU. Mengingat barisan bek mereka lemah, gelandang Barcelona meladeni MU berduel di lapangan tengah. Hasilnya, koordinasi Sergi Busquets, Iniesta, dan Xavi Hernandez berhasil melumpuhkan kinerja Michael Carrick dkk.

Tak bisa menembus benteng Barcelona, pemain MU mencoba melepaskan tembakan jarak jauh. Beberapa usaha ini cukup akurat, namun Valdes selalu mampu mengatasinya.

Belum lagi berhasil dengan usahanya, MU dipaksa menelan gol kedua Barcelona yang dicetak Lionel Messi di menit ke-70. Tanpa kawalan, Messi menanduk umpan Xavi ke sudut kanan atas gawang Van der Sar.

"Barcelona bermain lebih baik. Rasanya selalu sulit mengalami kekalahan di final," ujar Ronaldo.

"Kami hanya memiliki sepuluh menit dan kemudian kami tak pernah lagi menemukan diri sendiri. Kami tidak bagus. Taktik tidak bagus. Semuanya berjalan salah," paparnya. (GL)