MEDAN, KOMPAS.com - Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Sumatera Utara menitipkan harimau sumatera (Panthera tigris sumatrae) hasil jeratan warga ke Taman Hewan, Kota Pematang Siantar. Selama penitipan, tim dokter merawat harimau yang mengalami luka jerat di bagian kaki depan ini.
"Kami menitipkan sementara di Taman Hewan Pematang Siantar. Di tempat ini harimau akan menjalani perawatan sampai di sembuh," kata Kepala Seksi Perlindungan, Pengawetan, dan Perpetaan BBKSDA Sumut Olo Simbolon, Minggu (15/3) di Medan.
Harimau yang bernama Danau (sesuai dengan nama kampung tempat dia dijerat warga di Kabupaten Tapanuli Utara) dalam kondisi stres dan terluka. Dua kaki depan mengalami luka jerat serius dari tali rem sepeda motor. Luka terparah ada di bagian kaki kiri harimau karena sudah infeksi.
Sebelum dievakuasi dari jerat warga, tim evakuasi membius Danau untuk kemudian diangkut melalui perjalanan darat. Tim tiba di Taman Hewan, Pematang Siantar Minggu pukul 01.30 dini hari. Mereka yang mengevakuasi terdiri dari BBKSDA Sumut, Vesswic (perhimpunan dokter hewan satwa liar Sumatera), Sumatran Orangutan Conservation Programme (SOCP), dan Wildlife Conservation Society (WCS).
Danau merupakan harimau liar yang terjerat jebakan warga di Kecamatan Parmonangan, Kabupaten Tapanuli Utara akhir pekan lalu. Warga sengaja menjeratnya karena belakangan sering menjumpai tapak harimau di dekat pemukiman mereka. Sejumlah ternak warga mengalami luka akibat serangan harimau. Sebulan sebelumnya seekor harimau lepas dari jerat warga tidak jauh dari lokasi ini. Belum dipastikan apakah harimau yang terjerat ini merupakan harimau yang lepas sebelumnya atau tidak.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar