[ Rabu, 01 April 2009 ]
Dua Wartawan AS Mulai Diadili di Pyongyang
SEOUL - Sinyalemen ini dipastikan bakal membuat Jepang, Korea Selatan (Korsel), dan Amerika Serikat kian berkeringat dingin. Kemarin (31/3), Daniel Pinkston, pakar Korut dari International Crisis Group, menyatakan kalau negeri komunis itu memiliki lima sampai delapan hulu ledak nuklir yang bisa disatukan ke dalam rudal jarak menengah.
Namun, Pinkston tidak yakin Korut sudah menguasai teknologi penyatuan senjata nuklir ke dalam rudal jarak menengah mereka, Rodong. Jika keyakinan itu tidak terbukti alias Korut ternyata tahu bagaimana meracik nuklir ke dalam misil, Pinkston memastikan Rodong bisa menghancurkan Jepang.
"Dari laporan yang saya dapat, mereka (Korut) sedang berusaha meracik bom nuklir ke dalam Rodong. Mereka memiliki dua fasilitas penyimpanan senjata nuklir di dekat tempat peluncuran Rodong," kata Pinkston kepadaAssociated Press.
Menurut Pinkston yang mengaku mendapat laporan dari dinas intelijen sejumlah negara yang dia rahasiakan, Rodong berdaya jangkau 1.000 sampai 1.500 kilometer. Selain Rodong, Korut juga memiliki rudal Taepodong-2 yang daya jangkaunya jauh lebih luas, bisa mencapai Hawaii dan wilayah Amerika Utara. Tapi, Dinas Intelijen Korsel yakin Rodong-lah yang siap untuk dipasangi hulu ledak nuklir.
Rodong atau Taepodong-2 itulah yang dicurigai Jepang, Korsel, dan AS bakal diluncurkan Korut pada periode antara 4-8 April mendatang. Korut jelas membantah. Mereka menyatakan kalau yang akan dilepas ke angkasa hanyalah satelit komunikasi. Tapi, ketiga negara musuhnya tadi tetap tidak percaya.
Jepang dan AS sudah menyiagakan pasukan militernya. Jepang juga memerintahkan penembakan apapun yang diluncurkan Korut yang melintas wilayah udara mereka. Kemarin, Negeri Sakura itu juga resmi memprotes dan meminta Korut membatalkan peluncuran. Parlemen Jepang juga mendukung penuh upaya membawa kasus itu ke Dewan Keamanan PBB agar Korut mendapat sanksi setimpal.
"Korea Utara harusnya mendengar keprihatinan dunia internasional," kata Perdana Menteri Jepang Taro Aso di depan parlemen, seperti dikutip AFP.
Korut menanggapi berbagai manuver musuh-musuhnya itu dengan dingin. Mereka menegaskan, kalau roket mereka sampai ditembak jatuh, maka itu akan dianggap sebagai tantangan untuk berperang. Dan, negeri yang dipimpin Kim Jong-il itu menyatakan siap berperang melawan negara mana saja.
Dari Seoul dilaporkan, ratusan tentara AS dan Korsel melakukan simulasi penyerangan udara dalam rangkaian latihan gabungan 12 hari. Pyongyang memprotes keras latihan tersebut dan menganggapnya sebagai pemanasan untuk melakukan invasi terhadap Korut.
Sementara dari Pyongyang, Associated Press melaporkan bahwa Korut akan menyidangkan dua wartawan Amerika, Euna Lee and Laura Ling, yang ditangkap saat menerobos perbatasan Korut dari wilayah Tiongkok pada 17 Maret lalu. Keduanya akan diadili atas tuduhan melakukan penyusupan. Seorang analis dari University of North Korean Studies, Seoul, mengatakan bahwa Korut sepertinya akan memanfaatkan kasus tersebut sebagai alat negosiasi jelang peluncuran roket.
Kondisi kedua wartawan itu dilaporkan baik. Juru Bicara Departemen Luar Negeri AS Gordon Duguid mengatakan, seorang diplomat Swedia bertemu dengan keduanya akhir pekan lalu. Swedia merupakan perwakilan AS di Pyongyang karena Negeri Paman Sam itu tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Korut. (cak/ttg)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar