Subscribe

RSS Feed (xml)

Powered By

Blog Design :
Silahkan Download

Powered by Blogger

BISNIS PULSA dengan banyak keuntungan. 100% Dijamin UNTUNG. klik DISINI" ...!!
[ Rabu, 25 Maret 2009 ]
TEL AVIV - Testimoni yang disampaikan oleh sejumlah serdadu Israel bahwa mereka telah melakukan berbagai bentuk kejahatan perang ternyata memang benar. Kesimpulan itu disampaikan oleh The Guardian setelah melakukan investigasi mendalam terkait dengan kasus tersebut. 

Harian Inggris itu menemukan bukti bahwa para serdadu Israel telah menggunakan anak-anak sebagai tameng hidup, menyerang rumah sakit, hingga menjatuhkan bom di permukiman sipil. Hasil investigasi tersebut direkam dalam tiga film dokumenter. Film-film itu bercerita tentang beberapa fakta terkait dengan Operation Cast Lead yang menempatkan Hamas sebagai target, tapi dalam kenyataannya menewaskan 1.400 orang. Kebanyakan di antara para korban itu justru perempuan dan anak-anak. Jumlah korban anak bahkan mencapai sekitar 300-an. 

Testimoni tersebut dikemukakan oleh sejumlah serdadu dalam diskusi pada akhir kursus pramiliter Yitzhak Rabin di Oranim Academic College, Israel bagian utara, 13 Februari lalu. Acara itu sebenarnya berlangsung tertutup. Tapi, harian yang terbit di Tel Aviv, Haaretz, berhasil mendapatkan transkripnya, lalu dikutip harian Inggris The Independentpada edisi 20 Maret lalu. 

Beberapa di antara pengakuan saksi yang berhasil dikumpulkan oleh The Guardian datang dari tiga bersaudara keluarga al-Attar. Mereka menceritakan bagaimana tentara Israel menculik mereka dari rumah di bawah todongan senjata. Mereka juga dipaksa berlutut di depan tank agar Hamas tak menyerang pasukan Israel. Kemudian, ketiganya dibawa ke sejumlah bangunan untuk melindungi pasukan Israel. 

"Mereka (tentara Israel, Red) menyuruh kami berjalan di depan. Jadi, kalau ada tembakan, peluru akan mengenai kami, bukan mereka," kenang Al'a al-Attar, 14.

Paramedis dan sopir ambulans juga memberikan kesaksian. Mereka menyatakan menjadi target serangan saat menolong korban luka. Sebanyak 16 orang dari kelompok mereka tewas. Menurut data yang dimiliki Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), lebih setengah dari 27 rumah sakit dan 44 klinik di Gaza hancur akibat serangan bom Israel.(cak/ttg) 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar