Subscribe

RSS Feed (xml)

Powered By

Blog Design :
Silahkan Download

Powered by Blogger

BISNIS PULSA dengan banyak keuntungan. 100% Dijamin UNTUNG. klik DISINI" ...!!

[ Selasa, 31 Maret 2009 ]
ABIJAN - Gara-gara begitu antusias ingin menyaksikan aksi bintang pujaan seperti Didier Drogba, Salomon Kalou, Kolo Toure, dan Emmanuel Eboue, 22 orang tewas dan 132 lainnya terluka. 

Para penggila sepak bola itu saling dorong dan injak di luar Stadion Felix Houphouet-Boigny, Pantai Gading, beberapa saat menjelang pertandingan antara Pantai Gading melawan Malawi. Tim tuan rumah meraih kemenangan 5-0 pada laga Kualifikasi Pra-Piala Dunia 2010 itu. 

Menurut Menteri Dalam Negeri Pantai Gading Desire Tagro, tragedi sepak bola paling memilukan di Pantai Gading tersebut terjadi karena ribuan penonton berebut masuk ke stadion yang sudah terisi penuh. ''Mereka saling mendorong agar bisa masuk ke stadion dengan cepat karena pertandingan hampir dimulai,'' jelasnya dalam siaran stasiun televisi setempat.

Wartawan harian olahraga lokal Super Sport, Ollo Kambire, mengungkapkan, jatuhnya korban sudah terjadi sekitar 40 menit sebelum bola ditendang. Polisi sebetulnya sudah mencoba membuyarkan kerumunan ribuan orang dengan menembakkan gas air mata.

Namun, tindakan itu justru mengundang kepanikan masal. Semprotan gas polisi membuat ribuan penonton lari tunggang-langgang saling tabrak, sehingga banyak orang cedera serius.

Meski terjadi kerusuhan, panitia memutuskan tetap melanjutkan pertandingan. Saat para pemain bertarung di lapangan, sebagian besar korban dirawat di stadion. Korban yang mengalami luka berat dibawa ke Rumah Sakit Treichville dan sebuah rumah sakit militer.

Stadion Felix Houphouet-Boigny yang baru selesai direnovasi itu memiliki kapasitas maksimal 35.000 penonton. Namun, jumlah penonton yang ingin menyaksikan para bintang Premiership itu jauh melebihi kapasitas tersebut.

Bintang Chelsea Drogba menyumbangkan dua gol dalam pertandingan tersebut (menit ke-7 dan 28). Tiga gol lainnya dicetak Romaric (1), Kalou (60), dan Aruna Kone. Hasil tersebut membuat Pantai Gading langsung menduduki puncak klasemen Grup E Kualifikasi Piala Dunia Zona Afrika dengan tiga poin. Pantai Gading hanya unggul selisih gol atas penghuni tempat kedua, Burkina Faso. Sementara itu, Malawi langsung terlempar ke peringkat keempat, dasar klasemen.

Meski sukses memenangkan timnya dengan dua golnya, Drogba mengaku kecewa terhadap panitia yang tak bisa mengantisipasi membeludaknya penonton. Meski gembira atas hasil pertandingan, dia mengaku lebih berduka terhadap para korban. ''Tak ada kegembiraan kali ini karena korban begitu banyak. Ini benar-benar tragis,'' ucap Drogba saat jumpa pers.

Kekacauan seperti itu kerap terjadi saat para penggemar sepak bola mengantre di stadion-stadion Afrika. Sebab, jumlah dan perlengkapan aparat keamanan tidak setara dengan banyaknya penonton.

Ratusan orang telah terbunuh karena keributan yang terjadi di stadion di Benua Afrika dalam satu dekade terakhir. Sembilan tahun lalu, dua orang di Zambia dan 13 korban di Zimbabwe tewas dalam kasus serupa. (AP/Rtr/kim)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar