TOKYO, SELASA — Sebagai pabrik mobil terbesar di dunia, Toyota Motor Corp (TMC) diam-diam mengajukan pinjaman kepada Pemerintah Jepang. Jumlah yang dibutuhkan sebesar 200 miliar yen (2 miliar dollar AS). Ini merupakah langkah mereka setelah mengalami kerugian pertama kali sejak 6 dekade belakangan.
Perihal ini, TMC tidak memberi komentar, tetapi, seperti dikutip kantor berita AP, mereka sedang mempersiapkan pernyataan.
Sementara itu, televisi Jepang NHK dan Kyodo News melaporkan bahwa unit peminjaman TMC, Toyota Finacial Services (TFS), sedang melakukan pembicaraan dengan bank swasta, Japan Bank for International Cooperation. Pihak bank pun menolak memberi komentar soal agresivitas TMC dalam meminjam uang.
Diakui oleh bank bahwa pihaknya sudah menyiapkan dana bantuan untuk kebutuhan bisnis. Beberapa perusahaan dikatakan sedang membutuhkan suntikan segar sampai akhir tahun fiskal 31 Maret ini.
Menteri keuangan Jepang Kaoru Tosano mengatakan, Selasa (3/3), bahwa kementriannya siap menyelamatkan perusahaan yang terkena dampak krisis ekonomi global. Untuk keperluan itu, pihaknya sudah menyiapkan dana dari 800 miliar yen ditambah lagi menjadi 1,2 triliun yen.
Sebelum terjadi krisis, dua produk Toyota, yakni Camry dan hybrid Prius, menunjukkan penjualan yang bagus. Begitu gelombang badai krisis datang menghantam, TMC langsung memprediksi bakal merugi sampai 350 miliar yen sampai akhir tahun fiskal 2008 (Maret ini).

Tidak ada komentar:
Posting Komentar