Subscribe

RSS Feed (xml)

Powered By

Blog Design :
Silahkan Download

Powered by Blogger

BISNIS PULSA dengan banyak keuntungan. 100% Dijamin UNTUNG. klik DISINI" ...!!

[ Selasa, 28 April 2009 ]
Obama Dikhawatirkan Tertular
WASHINGTON - Kekhawatiran terhadap flu babi merebak di Gedung Putih. Bukan semata disebabkan penyakit yang menewaskan lebih dari seratus orang di Meksiko itu sudah menyebar ke Amerika Serikat, tapi juga ada kemungkinan sang kepala negara, Presiden Barack Obama, tertular. 

Kemungkinan tersebut muncul menyusul kunjungan kerja Obama ke Meksiko pada 16 April lalu, tiga hari setelah flu babi mulai menyebar di Negeri Sombrero tersebut. Dalam kunjungan yang tak sampai sehari sebelum terbang ke Trinidad-Tobago untuk menghadiri KTT Amerika tersebut, mantan senator Illinois itu mampir ke Museum Nasional Antropologi. Di tempat tersebut dia bersalaman dengan Direktur Museum Felipe Solis yang kemudian menemaninya berkeliling. 

Nah, pada 22 April lalu atau sepekan setelah kunjungan Obama, Solis meninggal. Menurut harian Inggris Daily Mail, Solis meninggal dengan gejala mirip penderita flu babi. Tapi, Menteri Kesehatan Meksiko Jose Cordova membantah dugaan itu. 

"Tuan Solis memang sudah sakit dan kematiannya tak berkaitan dengan flu babi," ujar Cordova kemarin (27/4).

Penegasan senada disampaikan oleh Robert Gibbs, juru bicara Gedung Putih. "Masa inkubasi flu babi berlangsung 24-28 jam. Padahal, kami sudah kembali dari Meksiko sembilan hari lalu. Dokter memastikan presiden tidak berada dalam kondisi bahaya," ungkap Gibbs. 

Meski demikian, AS tetap siaga satu menghadapi serbuan flu yang ditimbulkan oleh virus H1N1 tersebut. Seperti dilansirAFP, Menteri Keamanan Dalam Negeri Janet Napolitano mengatakan bahwa kondisi kesehatan publik berada pada situasi darurat. Dia mengonfirmasi sudah terdapat sejumlah kasus dugaan flu babi di lima negara bagian. Di antaranya, delapan kasus di New York, tujuh di California, masing-masing dua kasus di Texas dan Kansas, serta satu di Ohio. 

Richard Besser, direktur Pusat Pengontrolan Wabah (CDC), meminta warga AS meningkatkan kehigienisan dengan lebih sering mencuci tangan dan tinggal di rumah ketika merasa sakit. Mengenai obat, Napolitano menyatakan bahwa pemerintah telah mendistribusikan stok yang dimiliki. 

"Saya hanya ingin menegaskan bahwa Anda tidak akan terkena flu itu hanya karena makan daging babi," ucap Napolitano. Dia menambahkan bahwa Obama mendukung sepenuhnya usaha Meksiko mengontrol wabah tersebut. 

Meksiko tidak bekerja sendirian. Bank Dunia mendukung usaha negeri yang dipimpin Felipe Calderon itu dengan memberikan pinjaman sebesar USD 205 juta (sekitar Rp 2,25 triliun). Sebanyak USD 25 juta (sekitar Rp 275 miliar) di antaranya bisa segera dicairkan untuk obat-obatan dan perlengkapan pengobatan guna mendeteksi serta mendiagnosis flu babi. 

Sementara itu, jumlah korban flu babi di Meksiko terus bertambah. Cordova menyatakan bahwa jumlah korban meninggal bertambah, dari 81 menjadi 103 orang. Sebanyak 400 korban lain dirumahsakitkan. Jumlah warga yang menderita gejala flu babi, seperti demam dan muntah-muntah, meningkat dari 1.324 menjadi 1.614 orang. 

Jumlah negara yang warganya tertulari virus mematikan itu juga terus bertambah. Setelah Meksiko, AS, Prancis, dan Selandia Baru, flu babi juga diduga telah menyerang Kanada dan Timur Tengah, tepatnya Israel. Seorang warga Negeri Yahudi itu dilarikan ke rumah sakit di Kota Netanya. (war/ttg) 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar