TAIPEI, KOMPAS.com-Menteri pertahanan dan menteri kabinet Taiwan mengundurkan diri, Rabu (19/8), sebagai bentuk tanggungjawab lambannya upaya pemerintah membantu korban topan Morakot.
Badai Morakot menerjang Taiwan 12 hari lalu menewaskan sedikitnya 400 orang dan menyebabkan kerugian materi lebih 2 miliar dollar AS. Badai paling dahsyat selama 50 tahun terakhir di Taiwan itu menyebabkan tanah longsor dan banjir. Akibatnya, ribuan warga terjebak di pegunungan selama beberapa hari.
Televisi ETTV, SETN, TVBS melaporkan Menhan Chen Chao Min dan Sekretaris Kabinet Hsueh Hsiang Chuan mengajukan pengunduran diri, Rabu. Namun belum diterima Perdana Menteri Liu Chao Shiuan.
Wakil Menteri Luar Negeri Andrew Hsia juga mengundurkan diri, Senin. Ia merasa bertanggungjawab atas keputusan kementerian luar negeri menolak bantuan dan tim penolong dari mancanegara dalam beberapa hari pertama setelah badai. Presiden Ma Ying Jeou akhirnya memutuskan menerima bantuan asing pada 13 Agustus.
Hsueh dikecam karena menghadiri pesta makan malam dua hari setelah Morakot menerjang Taiwan dan merasa tidak bersalah dalam sebuah talk show televisi. Sedangkan Chen dihujat karena lambannya militer dalam mengambil tindakan pascabadai.
Presiden Ma dalam konferensi pers, Selasa, mengungkapkan kemungkinan adanya perombakan kabinet bulan depan.
RABU, 19 AGUSTUS 2009 | 13:55 WIB
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar