Richard Besser, direktur Pusat Pengontrolan Wabah (CDC), meminta warga AS meningkatkan kehigienisan dengan lebih sering mencuci tangan dan tinggal di rumah ketika merasa sakit. Mengenai obat, Napolitano menyatakan bahwa pemerintah telah mendistribusikan stok yang dimiliki.
"Saya hanya ingin menegaskan bahwa Anda tidak akan terkena flu itu hanya karena makan daging babi," ucap Napolitano. Dia menambahkan bahwa Obama mendukung sepenuhnya usaha Meksiko mengontrol wabah tersebut.
Meksiko tidak bekerja sendirian. Bank Dunia mendukung usaha negeri yang dipimpin Felipe Calderon itu dengan memberikan pinjaman sebesar USD 205 juta (sekitar Rp 2,25 triliun). Sebanyak USD 25 juta (sekitar Rp 275 miliar) di antaranya bisa segera dicairkan untuk obat-obatan dan perlengkapan pengobatan guna mendeteksi serta mendiagnosis flu babi.
Sementara itu, jumlah korban flu babi di Meksiko terus bertambah. Cordova menyatakan bahwa jumlah korban meninggal bertambah, dari 81 menjadi 103 orang. Sebanyak 400 korban lain dirumahsakitkan. Jumlah warga yang menderita gejala flu babi, seperti demam dan muntah-muntah, meningkat dari 1.324 menjadi 1.614 orang.
Jumlah negara yang warganya tertulari virus mematikan itu juga terus bertambah. Setelah Meksiko, AS, Prancis, dan Selandia Baru, flu babi juga diduga telah menyerang Kanada dan Timur Tengah, tepatnya Israel. Seorang warga Negeri Yahudi itu dilarikan ke rumah sakit di Kota Netanya. (war/ttg)
