Subscribe

RSS Feed (xml)

Powered By

Blog Design :
Silahkan Download

Powered by Blogger

BISNIS PULSA dengan banyak keuntungan. 100% Dijamin UNTUNG. klik DISINI" ...!!
KAMIS, 28 MEI 2009 | 06:38 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Belakangan ini ada perubahan mencolok yang terjadi pada sosok calon wakil presiden Boediono. Sosok mantan Gubernur Bank Indonesia yang sebelumnya lekat dengan raut wajah serius dan sedikit kaku ini berubah menjadi lebih hangat. Kini, senyum merekah sering menghiasi wajah mantan Menteri Keuangan Kabinet Gotong Royong ini ketika tampil di muka umum.

Posisinya sebagai pendamping calon presiden Susilo Bambang Yudhoyono memang menuntut dirinya untuk lebih membuka diri.  

Hal ini, misalnya, terlihat ketika Boediono melakukan shalat Jumat di Masjid Cut Mutia, Menteng, Jakarta, Jumat (22/5). Ketika keluar dari mobilnya, Pak Boed langsung melemparkan senyum yang hangat kepada kerumunan massa yang menantinya. Mantan Staf Ahli Dewan Moneter ini juga melambaikan tangan kepada para wartawan dan fotografer.

Padahal, ekonom yang pernah dijuluki Mr Nanti Dulu ini hampir tidak pernah melakukan hal tersebut ketika masih menjadi anggota kabinet.  

Lambaian tangan ini pulalah yang menyambut para wartawan dan fotografer ketika dosen Universitas Gadjah Mada ini hendak menyampaikan pernyataan persnya terkait pengunduran dirinya sebagai Gubernur BI beberapa waktu lalu.

Senyum juga tidak pernah absen sejak Partai Demokrat mendeklarasikan dirinya sebagai cawapres pada 15 Mei 2009 di Sasana Budaya Ganesha ITB, Bandung.  

Pada acara perkenalan dirinya kepada para wartawan di Rumah Makan Bebek Bengil minggu lalu, penulis bukuEkonomi Pancasila ini bahkan tampak antusias berbincang-bincang dengan para wartawan. Berkali-kala tawa lepas menghiasi wajahnya.

Tawa lepasnya semakin mengembang ketika ada seorang wartawan bernama Boediono yang hendak bersalaman dan berkenalan dengannya. Saat itu, Boediono langsung berdiri serta menerima jabat tangan dan menepuk bahu wartawan tersebut.  

Jebolan Wharton School, University of Pensylvania, ini juga dikenal sebagai orang yang sederhana. Sikap itu ditunjukkannya ketika hadir pada acara Boediono Menjawab di sebuah angkringan di bilangan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Setibanya di sana, Boediono tanpa sungkan-sungkan langsung mencomot pisang goreng yang dijajakan di angkringan itu.

Hal ini tampak kontras dengan kendaraan mewah Toyota Alphard hitam yang membawanya ke angkringan tersebut. Dia juga tampak akrab berbincang-bincang dengan si empunya angkringan.  

Kepribadian dan juga penampilan memang menjadi hal yang penting dalam ajang memperebutkan kursi presiden dan wakil presiden. Tidak jarang, para capres dan cawapres rela menggelontorkan uang puluhan miliar rupiah demi pembentukan pencitraan yang menarik.

Sejarah mencatat, kandidat presiden Richard Nixon terpaksa menelan pil pahit ketika dikalahkan oleh kandidat presiden John F Kennedy pada pemilu AS 1960.  

Kennedy, yang tampil sebagai sosok yang santun, berkharisma, dan penuh pesona, khususnya ketika tampil pada debat calon presiden di televisi, mampu mengalahkan Nixon, wakil presiden incumbent dari tahun 1953-1961.

Diberitakan juga, Kennedy kerap berbaur dengan beragam lapisan masyarakat, bermain bola seperti warga AS pada umumnya, dan sebagainya. Sebaliknya, penampilan Nixon, si politisi ulung dan juga jagoan debat semasa kuliah di Whittier College, cenderung serius, tidak menarik, dan terlihat kaku.  

Boediono sendiri mengakui, dirinya tengah mengubah citranya. "Selama ini pembawaan saya memang tidak sukangobrol sana-sini. Sebagai calon wakil presiden, saya memang belajar untuk lebih berkomunikasi kepada masyarakat. Saya akan sampaikan hal-hal yang memang perlu disampaikan kepada masyakat," katanya diplomatis.  

Mantan Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional Kabinet Reformasi yang tengah memikirkan untuk membuat akun di jejaring sosial Facebook ini kemudian menjelaskan mengapa dirinya selama ini irit bicara. "Waktu jadi Gubernur BI, misalnya, kalau saya salah bicara, meleset satu-dua kata, kurs bisa langsung turun," katanya seraya tertawa lepas.  

Akankah Boediono, yang kini tengah mengubah penampilannya menjadi sedikit menarik, berhasil meraih dukungan dari mayoritas masyarakat Indonesia? (Hindra Liu)

JAKARTA - Pengusaha kakap dan konglomerat kembali menghiasi daftar 150 orang terkaya di Indonesia (150 Richest) versi majalah bahasa Inggris Globe Asia yang dirilis kemarin (26/5). Meski total kekayaan hampir semua taipan itu turun ketimbang 2008, daftar sepuluh besar orang terkaya di tanah air tahun ini tetap didominasi wajah-wajah lama.

Dalam daftar terbaru Globe Asia yang terbit awal pekan ini, peringkat sepuluh besar orang terkaya di negeri ini tidak terlalu banyak berubah. ''Globe Asia memprediksi, 2010 akan menjadi tahun yang lebih cemerlang bagi para orang kaya ini seiring dengan pulihnya perekonomian dan berimbas pada menggeliatnya kembali bisnis mereka,'' tulis majalah milik kelompok usaha Lippo Group itu.

Dalam daftar itu, kursi orang terkaya Indonesia tahun ini diduduki bos pabrik rokok Djarum, Budi Hartono. Dengan kekayaan senilai USD 4,1 miliar, saat ini dia gencar melebarkan sayap bisnis di sektor properti dan pusat perbelanjaan, seperti Grand Indonesia. Meski demikian, pundi-pundi kekayaan Budi Hartono tahun ini terpangkas sekitar USD 2,7 miliar jika dibandingkan pada 2008 yang mencapai USD 6,8 miliar.

Posisi orang terkaya kedua di tanah air diduduki konglomerat dan pemilik kelompok usaha Sinar Mas, Eka Tjipta Widjaja, dengan nilai kekayaan USD 3,2 miliar. Sebagaimana Budi hartono, nilai kekayaan Eka Tjipta juga terpangkas USD 600 juta jika dibandingkan dengan 2008 yang mencapai USD 3,8 miliar.

Orang terkaya Indonesia pada era Orde Baru Sudono Salim atau Liem Sioe Liong, dengan bendera kelompok usaha Salim Group, menempati posisi tiga besar dengan nilai kekayaan USD 2,68 miliar. Tahun ini nilai kekayaan Om Liem -sapaan Sudono Salim- terpangkas USD 360 juta daripada tahun sebelumnya USD 3,04 miliar.

Predikat orang terkaya keempat digenggam Putera Sampoerna. Bos kelompok usaha Sampoerna Capital itu memiliki kekayaan USD 2,2 miliar. Taipan yang menjual sahamnya di PT HM Sampoerna Tbk ke Philip Morris Inc itu tahun ini juga kehilangan kekayaan USD 180 juta ketimbang 2008 yang mencapai USD 2,42 miliar.

Yang turun paling drastis adalah total kekayaan Aburizal Bakrie. Tahun ini bos Grup Bakie itu berada di peringkat kelima dengan nilai kekayaan tinggal USD 1,85 miliar atau merosot hampir 80 persen ketimbang 2008. Tahun lalu pundi-pundi kekayaan pengusaha yang kini menjabat Menko Kesra itu USD 9,2 miliar atau terbesar. Majalah Forbespernah menempatkan dia sebagai orang terkaya di Indonesia pada 2007. 

Daftar yang dirilis Globe Asia tersebut berbeda dengan daftar konglomerat yang dirilis Forbes beberapa waktu lalu. Dalam daftar orang terkaya di dunia versi Forbes, setidaknya ada lima taipan Indonesia yang masuk.

Misalnya, Michael Hartono, 69, berada di urutan ke-430 dengan nilai kekayaan USD 1,7 miliar. Dia bersanding dengan R. Budi Hartono, 68, dengan nilai kekayaan sama, USD 1,7 miliar.

Peringkat ke-450 ditempati Sukanto Tanoto, 59, dengan nilai kekayaan USD 1,6 miliar. Kemudian, di peringkat ke-522 ada Martua Sitorus, 49, dengan nilai kekayaan USD 1,4 miliar. Peringkat ke-701 diduduki Peter Sondakh, 57, dengan kekayaan USD 1 miliar.

Dalam daftar Globe Asia kali ini, Peter Sondakh berada di posisi kesebelas dengan nilai kekayaan USD 845 juta, atau turun jika dibandingkan dengan 2008 sebesar USD 1 miliar.

Pengusaha Sandiaga Salahuddin Uno, 40, tahun ini justru masuk sebagai orang paling kaya termuda. Mantan Ketua Hipmi (Himpunan Pengusaha Muda Indonesia) itu berada di posisi ke-58 dengan kekayaan USD 220 juta. 

Lalu Mara Satria Wangsa, staf khusus Menko Kesra Aburizal Bakrie, tidak bersedia menanggapi daftar itu. Begitu pula soal penurunan drastis kekayaan Ical, panggilan Aburizal Bakrie. ''Saya tidak usah komentar ya,'' katanya singkat saat dihubungi tadi malam (26/5).

Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Mohamad S. Hidayat juga tidak berbicara banyak soal daftar itu. Nama Hidayat termasuk dalam daftar 150 orang terkaya tersebut. Dia berada di urutan ke-117 dengan nilai kekayaan USD 92,5 juta. 

Hidayat menyatakan tidak mengetahui parameter yang dipakai dalam menghitung kekayaan tersebut. ''Itu hak mereka. Saya juga tidak pernah mengisi kuesioner apa pun. Hanya, tiga bulan lalu, saya pernah jadi cover majalah itu,'' terangnya ketika dihubungi Jawa Pos tadi malam.

Kendati begitu, Hidayat mengakui bahwa pada masa krisis seperti saat ini, banyak pengusaha yang kekayaannya tergerus. Itu terutama terjadi pada pengusaha yang selama ini bergantung kepada pasar ekspor. Sementara pengusaha di sektor hasil bumi, pertambangan, dan migas (minyak dan gas) tidak akan terpengaruh. ''Ada kemungkinan tidak terlalu berubah kekayaan mereka,'' ujarnya.

Prabowo Subianto, calon wakil presiden (wapres) dari Partai Gerindra, yang memiliki kekayaan Rp 1,6 triliun (sekitar USD 160 juta), sesuai dengan laporan ke KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi), tidak masuk daftar itu. Padahal, kekayaan Prabowo melebihi Jusuf Kalla yang tercatat USD 132 juta. Adik Prabowo, Hashim Djojohadikusumo, justru masuk daftar itu dengan nilai kekayaan USD 850 juta (sekitar Rp 8,5 triliun).

Orang dekat Prabowo, Fadli Zon, menyatakan tidak tahu mengapa Prabowo tidak masuk daftar itu. Menurut dia, yang tahu parameter penghitungan hanya Globe Asia. ''Tapi, Pak Prabowo memang tak tertarik untuk mengumumkan kekayaannya demi pemeringkatan seperti itu,'' katanya. Wakil ketua umum Gerindra itu tidak mau mengomentari soal masuknya Hashim dalam daftar tersebut. (owi/wir/dwi)
KAMIS, 28/5/2009 | 06:46 WIB

ROMA, KOMPAS.com - Gelandang Manchester United (MU), Cristiano Ronaldo menyebut taktik sebagai biang kekalahan 0-2 dari Barcelona pada final Liga Champions, Rabu atau Kamis (28/5) dini hari WIB. Menurutnya, taktik itu hanya efektif pada sepuluh menit pertama.

MU turun menghadapi Barcelona dengan formasi 4-4-2, menempatkan Ronaldo di depan bersama dengan Wayne Rooney. Pada sepuluh menit pertama, Ronaldo berhasil tiga kali mengancam gawang Victor Valdes. Namun, ketika Barcelona berhasil mendapat kesempatan menguasai bola pada menit kesepuluh, formasi MU kocar-kacir.

Dengan leluasa, Andres Iniesta melepas umpan kepada Samuel Eto'o di dalam kotak penalti. Tanpa kesulitan, Eto'o menggocek bola melewati adangan Nemanja Vidic, dan mengempaskan bola ke sudut kiri bawah gawang Edwin van der Sar.

Gol itu menjadi titik awal kebangkitan Barcelona, sekaligus keterpurukan MU. Mengingat barisan bek mereka lemah, gelandang Barcelona meladeni MU berduel di lapangan tengah. Hasilnya, koordinasi Sergi Busquets, Iniesta, dan Xavi Hernandez berhasil melumpuhkan kinerja Michael Carrick dkk.

Tak bisa menembus benteng Barcelona, pemain MU mencoba melepaskan tembakan jarak jauh. Beberapa usaha ini cukup akurat, namun Valdes selalu mampu mengatasinya.

Belum lagi berhasil dengan usahanya, MU dipaksa menelan gol kedua Barcelona yang dicetak Lionel Messi di menit ke-70. Tanpa kawalan, Messi menanduk umpan Xavi ke sudut kanan atas gawang Van der Sar.

"Barcelona bermain lebih baik. Rasanya selalu sulit mengalami kekalahan di final," ujar Ronaldo.

"Kami hanya memiliki sepuluh menit dan kemudian kami tak pernah lagi menemukan diri sendiri. Kami tidak bagus. Taktik tidak bagus. Semuanya berjalan salah," paparnya. (GL)