Subscribe

RSS Feed (xml)

Powered By

Blog Design :
Silahkan Download

Powered by Blogger

BISNIS PULSA dengan banyak keuntungan. 100% Dijamin UNTUNG. klik DISINI" ...!!

[ Rabu, 18 Februari 2009 ]
Jarak Pandang Hanya 500 Meter, Bandara Pekanbaru Ditutup 

PEKANBARU - Asap tebal yang menyelimuti udara Pekanbaru, Riau, mulai memunculkan masalah serius. Kemarin kepekatan asap tersebut membuat jarak pandang terbatas hanya 500 meter. Kondisi itu memaksa otoritas Bandar Udara (Bandara) Sultan Syarief Kasim (SSK) II Pekanbaru menutup bandara. Setidaknya lima pesawat yang seharusnya mendarat di Pekanbaru dialihkan ke Medan, Batam, atau Palembang.

Kepala Cabang PT Angkasa Pura II Bandara SSK II Pekanbaru Ir Dedi Suryana MSTr menjelaskan bahwa penutupan itu adalah tindakan darurat karena kondisi cuaca yang tidak normal. Jika dipaksakan, pesawat yang mendarat akan mengalami hal-hal yang tidak diinginkan.

Puncak kepekatan asap terjadi sekitar pukul 07.00, yang membuat jarak pandang hanya 300 meter. ''Jika jarak pandang masih di bawah 1.000 meter, kami tidak berani membuka penerbangan,'' tuturnya.

Semakin siang asap semakin tipis dan jarak pandang menjadi jauh. Sekitar pukul 10.00, jarak pandang sudah mencapai 4.000 meter.

Meski kondisi sudah membaik, khusus untuk penerbangan menuju Natuna dengan pesawat Riau Airlines (RAL) ditunda sehari. Pesawat yang seharusnya berangkat dari Pekanbaru pukul 10.00 WIB kemarin dibatalkan.

Pembatalan dilakukan karena penumpang RAL harus transit dulu di Tanjung Pinang. Ketika jadwal ditunda kemarin, pesawat lanjutan yang akan membawa penumpang menuju Natuna sudah berangkat.

Kepala Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) Stasiun Pekanbaru Blucher Doloksaribu mengungkapkan, munculnya asap tebal secara mendadak Selasa pagi itu diperkirakan berasal dari kebakaran lahan di Kabupaten Rokan Hilir dan Bengkalis. Di Rokan Hilir tercatat 14 titik api, sedangkan Bengkalis delapan titik.

Asap kebakaran itu terbawa angin hingga ke Pekanbaru. Sampai di Pekanbaru, kecepatan angin berkurang. Akibatnya, asap pun terkumpul di kota itu. ''Kondisi asap seperti ini hanya bisa dihilangkan dengan tiupan angin dan hujan. Hujan diprediksi ada muncul, tetapi intensitasnya rendah,'' tutur Blucher lagi.

Dari Rokan Hilir dilaporkan bahwa bapedalda bersama dinas kehutanan, linmas kesbang, dan satuan lainnya terus menyisir lokasi yang ditengarai muncul titik api. Ada tiga tim yang diterjunkan untuk menyisir Kecamatan Kubu, Tanah Putih, dan Tanah Putih Tanjung Melawan. (mur/gem/jpnn/ruk)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar